


Upin dan Ipin melawan Zombie

by MysteryUnlocker45



Category: Upin & Ipin
Genre: Adventure, Horror
Language: Indonesian
Status: In-Progress
Published: 2012-10-16
Updated: 2012-10-16
Packaged: 2013-07-25 13:44:32
Rating: T
Chapters: 2
Words: 544
Publisher: www.fanfiction.net
Story URL: http://www.fanfiction.net/s/8614242/1/
Author URL: http://www.fanfiction.net/u/4120051/MysteryUnlocker45
Summary: Setelah menemukan sebuah bom, Upin tak sengaja membuatnya meledak dan bom itu ternyata membawa virus zombi yang berbahaya, membuat beberapa penduduk Kampung Durian Runtuh menjadi zombi. Upin, Ipin, Mei-Mei, Ehsan, Fizi, Jarjit, Mail dan Susanti harus bertahan dari serangan zombi dan menghentikan mereka!





	1. Chapter 1- Virus Bomb

**Balik lagi ke fic baruku nih. Saya akui ini memang sedikit aneh karena para anak 5 tahun melawan zombi?**

**Anyway, let's just start with this. **

**Chapter 1- Virus Bomb **

Murid-murid Tadika Mesra: Upin, Ipin, Ehsan, Jarjit, Fizi, Mei Mei, Mail dan Susanti sedang bermain bulutangkis. Mereka sedang asyik-asyik main ketika Ehsan memukul koknya sampai jauh. "Upin! Ambilkan tuh kok!" Kata Ehsan. "Ish, kau ini tak mau bergerak." kata Upin.

Saat mengambil kok-nya, Upin menemukan sesuatu mirip bom. "Apa ini? Hei teman-teman! Coba tengok ni!" Kata Upin. "Itu mirip sekali dengan bom." kata Fizi. "Ish, kau ni! Memang itu bom! Coba tengok bentuknya tuh!" Kata Ehsan. "Mendingan cepat dibuang jauh-jauh. Karena bisa saja bom itu membawa hal buruk." Kata Susanti. Perkataan Susanti memang ada benarnya.

Tiba-tiba bom itu bergetar. "Upin! Cepatlah kau buang bom itu!" Kata Ipin. Upin dengan sekuat tenaga melempar bom tersebut ke hutan. Bom itu pun meledak di tengah hutan. "Bereslah. Bubarlah semua!" Kata Mail. Anak-anak itu pun bubar.

Sementara itu di hutan, Singh (Penjahat di film GENG) sedang mencari durian ketika dia mencium bau busuk. "Apaan bau ini?" Kata Singh, ketika tiba-tiba kulitnya berubah menjadi hijau. "OTAK!" Katanya. Ia menuju ke rumah kosong. "Sudahkah kau cari durian?" Kata Mail ketika Singh menggigit tangannya. Kedua pemburu liar itu sudah menjadi zombi. Mereka pun menuju ke Kampung Durian Runtuh untuk menyerang penduduknya. Setelah bom itu meledak, bahaya besar akan terjadi di Kampung Durian Runtuh! Bagaimana anak-anak Tadika Mesra akan menghadapi bahaya tersebut?


	2. Chapter 2- The Living Dead Spreads

**Semuanya akan diketahui mulai dari chapter ini. Dan mimpi buruk yang paling menyeramkan (Lebih daripada Hantu Durian) akan terjadi.**

**Chapter 2- The Living Dead Spreads**

Di rumah Ehsan, bapak Ehsan sedang tidur ketika ia melihat mayat hidup- zombie yang langsung menggigit kepalanya. "AAAAH!" serunya lantang. Ehsan mendengar suara tersebut dan ia menengok ke ruang tamu. Ia melihT bapaknya sudah menjadi zombie. "Apa itu? Pasti pengaruh dari bom itu. Aaaaah!" Ehsan berlari terbirit-birit menuju jendela ketika bapaknya, Singh dan Mail menuju ke arahnya. Ia memanjat ke atap.

Sementara itu di rumah Upin dan Ipin, Upin dan Ipin sedang tertidur nyenyak ketik tiba-tiba Mei-Mei muncul di kamar mereka. "Upin, Ipin! Cepatlah kalian bangun!" seru Mei-Mei. "Ada apa ini Mei-Mei?" Tanya Ipin. "Para penduduk sudah menjadi aneh! Kita mesti kabur dari sini!" kata Mei-Mei. "Hah! Itu pasti karena bom yang kita ledakkan!" kata Upin. "Ayo kita pergi dari sini!" kata Susanti.

Balik di rumah Ehsan, Ehsan melihat zombie dari barat rumahnya. "Aaah! Ada apa ini?" Kata Ehsan (Sudah tahu kok nanya?). "Ehsan! Cepat turun ke sini!" panggil Fizi. "Hah! Terimakasih Fizi, Upin, Ipin!" Kata Ehsan sambil turun ke mobil Sally. Upin dengan cepat menyetir menuju utara, meninggalkan Kampung Durian Runtuh yang sudah penuh dengan zombie.

Di mobil, anak-anak itu membicarakan perihal penduduk yang sudah menjadi aneh itu. "Pasti karena bom itu!" kata Ehsan. "Perkataan Susanti memang ada benarnya. Bom itu membawa hal buruk. Untunglah ada kau!" Mei-Mei berkata. "Apakah Opah dan Kak Ros baik-baik saja?" tanya Ipin. "Iyalah, mereka kan sedang ke Kuala Lumpur." kata Upin.

"Kita mesti ke Kuala Lumpur untuk membeli senjata dan menghentikan zombie itu! Nih, aku bawa uang!" Ehsan mengeluarkan segepok uang ringgit. "Kau benar, Ehsan. Kita mesti menghentikan zombie itu sebelum mereka bertambah banyak!" tambah Fizi. "Ke Kuala Lumpur semuanya!" kata Upin.

Mobil tersebut kembali berjalan ke Kuala Lumpur.


End file.
